Keajaibankah , atau Memang Begitulah Seharusnya ? PDF Print E-mail
Written by Bahrul Alam   
Thursday, 20 August 2009 23:59
bahrul-alamKetika mobilku rusak, dan dinyatakan harus turun mesin..terus terang aku sangat kebingungan waktu itu . Karena pada saat yang bersamaan aku harus menyelesaikan berbagai macam pengeluaran untuk keluarga, dan lain-lain. Gaji yang kuperoleh dari kantor sangat tidak mencukupi. Kalau boleh dihitung secara matematika, posisiku sudah minus. Sementara dompetku tertinggal di rest area, ketika aku hendak pergi ke Bandung, beberapa waktu lalu. Prktis, aku tak memiliki secarik dokumenn apapun pada diriku.
Dan yang lebih menyesakkan dadaku, mobil inipun kubeli dari uang pemberian sahabat2ku. Sampai terlintas difikiranku, apakah sahabat2ku tidak ikhlas ketika memberikan uang untuk membeli mobil ini ?
Ah, kucampakkan pemikiran negatif seperti itu.,.. Aku hanya merenung,,mungkinkah ini suatu ujian bagiku...Atau Allah SWT sangat sayang kepadaku, sehingga aku diberikannya berbagai macam ujian..usai dompet hilang,,mobilpun turun mesin....dan setelah itu, akupun terjatuh dari sepeda motor,,sikutku lecet..namun akhirnya aku tersenyum sambil bercanda kepada istriku..".Yaang,, syetan lagi godain abang,,,biar marah..dan ini jadinya..kataku bercanda, sambil menyenang=nyenangkan hatiku yang galau.

Kuupayakan mencari dana tambahan ke sana ke mari,l. Untunglah, aku masih punya banyak sahabat. Salah satunya ,Edi Timbul. Dulu dia pernah menjadi Direktur Keuangan, ketika aku masih menjabat sebagai Direktur Eksekutif sebuah Yayasan Olah Raga Nasional . Ketika kujelaskan masalahku, sahabatku itu langsung membantu sepertiga dari biaya perbaikan mobil. Aku berjanji akan membayarnya dalam dua tiga hari, karena seorang sahabatku juga sudah berjanji akan menyanggupi meminjamkan sejumlah uang.

Setelah tercenung sejenak, akupun berkata kepada istriku :" Yang, sepertinya rencana kita mudik lebaran batal. Uangnya sudah habis ke mobil. Tapi, bukan berarti tidak ada cara lain utk pulang kampung, seandainya Allah SWT mengijinkan kita.,kataku memberi semangat.

Keesokan harinya, sahabatku itu mengajakku bertemu di suatu tempat di Jakarta, Tujuannya untuk membahas peluang mengembangkan kerjasama usaha di bbidang jasa komunikasi ... Aku mengamini..Who knows,. kataku dalam hati,..Karena mobil masih di bengkel, aku mengendarai sepeda motor . Singkat kata, kami pun bertemu dan bersantap di sebuah restoran mewah di bilangan Pakubuwono, Jakarta Selatan. RUpanya, sahabatku itu membawa seorang teman, yang juga bekas GM ku ketika masih menjadi Direktur sebuah perusahaan OB di Priok.
Kamipun bersantap, sambil bercakap-cakap menumpahkan kerinduan selama ini.

Di ujung pembicaraan, tiba-tiba saja aku disodori secarik kertas oleh mantan GMku itu. Dia, waktu aku masih menjadi salah seorang Direktur, kami tunjuk melalui persetujuan pemegang saham.. sebagai Likuidator. Hatiku tak pnya perasaan apa-apa. Kemudian, si GM mengatakan apakah aku punya feeling tertentu. Jawabku 'Tidak". Dengan tenang dia menyerahkan sepucuk surat, yang isinya, aku berhak menerima sisa gajiku yang belum dibayarkan ketika aku memegang jabatan sebagai Direktur.

Waktu itu, perusahaan memang belum bisa melunasi gajiku, karena keadaan piutang perusahaan kepada negara belum tertagih. Jumlahnya` ckup besar, di atas 5 milyar rupiah. Sementara karyawan harus dirumahkan. Alhasil, mobil dan aset lain terpaksa dijual, dan aku merelakan BMW dinas yang diberikan dijual utk pesangon karyawan. Dan akupun hanya menerima uang bantuan transport saja.

Kontan saja, perasaankun sangat gembira bercampur haru. Bagaimana mungkin, gajiku yang sudah kulupakan sejak 5 tahun lalu (2003/Maret) , tiba-tiba dibayarkan . Padahal, sehari sebelumnya i aku masih termenung memikirkan dari mana mencari tambahan biaya perbaikan mobil juga membayar pinjaman ke sahabatku yang baik hati,. Aku juga sudah membatalkan rencana mudik lebaran ke Medan, termasuk rencana menghadiri acara Reuni Akbar SMA di kota kelahiranku itu , dan melunasi berbagai kebutuhan pendidikan anak2 ku di perguruan tinggi di Bandung. .

ALhamdulillah, Terimakasih ya Allah...sudah terlalu banyak kemudahan dan berkah yang kuterima sepanjang hidup dan karirku..semoga aku bisa menjadi seorang hamba yang tau diri, bersahaja,,dan terus berkarya,

Hanya Engkau yang berhak menilai semua perbuatan amal baik manusia...kami Daif, .penuh cela, dan ria (sombong).. bagaimana mungkin aku bisa bangkit dan mendapatkan apa yang kubutuhkan tanpa izinMu... Begitu juga ketika Engkau palingkan hati seorang hambaMu yang menemukan dompet dan seluruh isinya, kembali kepadaku...semakin aku tak mampu menatap KuasaMu, KebajikanMu , Ya Arhamar Roohimin...
Powered by jWarlock jwFacebook Comments

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
Email (For verification & Replies)
URL
ChronoComments by Joomla Professional Solutions
Submit Comment
 

About Me


article thumbnail

Dear Visitors Thanks for being my lovely guests… I am a 53 years old , married guy with 4 children , Anisa (22/graduated) , Sarah (21/married), Fajar Alam (19/student) and Irna (17 [ ... ]


  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow

Ramalan Cuaca

sumber: bmg.go.id