Kena Batunya PDF Print E-mail
Written by Bahrul Alam   
Monday, 22 June 2009 09:27
Yang kuceritakan ini kisah nyata. meski kejadiannya sudah lama sekali .
Waktu itu musim haji 1991. Aku dan temanku dari RCTI , Tompas, mendapat kesempatan menunaikan ibadah haji ke tanah suci atas undangan PT Bhayangkara, pimpinan Dali Taher. Setibanya di kota suci Mekkah, aku dan Tompas diajak berkeliling kota Mekah, Mina dan Arafah. Tujuannya, untuk mengenal lebih dekat tempat2 yang akan menjadi titik peribadatan haji pada tanggal 10 Julhijjah.Di dalam rombongan terdapat artis dan raja dangdut H. Rhoma Irama dan istrinya Ricca Rachim, , si burung Merak, WS REndra, alm.Prof. Mubiyarto, mantan walikota Jakarta Timur, dan mantan istri Bung Karno, alm Ibu Hartini, Ir Syarif Tando (Bos PetroBuild) , Tubagus Danu Ackhmad, keponakan Tubagus Hasan Sochib -ayah Gubernur Prov Banten, KH Zaenuddin MZ, dan Ustad Mochtar Al Hussaini, . dan wartawan senior Kompas, Sudirman Toha.
Selama tour, , kamipun mengitari hampir seluruh padang pasir di kawasan tanah haram . Setibanya di Mina, akupun meminta Tompas, mengambil gambar. Tiba2 saja, seorang laskar bersepeda motor menahan kamerawanku. Untunglah, berbekal surat sakti dr Kedubes Saudi di Jakarta, aku berhasil meyakinkan si laskar , kalau kami sudah mendapat ijin.


Selama di bus, akupun tak henti2nya bersyukur, sambil mengucap Alhamdulillah. Maklum, sebenarnya kertas yang berkop surat Kerajaan SAudi Arabia itu, aku sendiri tidak paham apa isinya,. Karena ditulis dengan huruf Arab gundul. Semua romboingan yang berada di dalam bispun ikut bersyukur. Soanya, jika kami ditahan, semua rombongan juga akan kena masalah. Lolos dari cengkraman sang laskar, akupun kembali asyik bercengkrama dengan Tompas, sambil sesekali ujung jariku menunjuk ke balik bukit karang .

Tiba-tiba saja terlintas di benakku, cerita tentang tragedi terowngan Mina pada 1990. Ketika itu, emakku sedang menunaikan ibadah haji bersama rombongan jemaah haji Indonesia lainnya. Akupun bercerita kepada Tompas, bagaimana perjuangan jemaah haji Pemerintah dalam melaksanakan ibadah nmelempar jumroh di Mina..Dan aku, tanpa sadar berkelakar: "Kita benar2 enak ya Tom. Kemah cuma beberapa langkah dari Jamarat. bayangkan jemaah kita yang lain...".Duuh, ngk ngebayangin capeknya..", kataku lagi kepada Tompas.

SIngkat cerita, aku dan romboinganpun mulai melaksanakan rukun haji. Sehabis melakukan wukuf di Arafah, kami berangkat ke MIna, menyusuri jalan yang pernah kulihat beberapa hari lalu. Bedanya, sekarang, jalanan sepanjang Arafah -Mina dipadati ribuan bahkan ratusan ribu bis . Sukurlah, kami memasuki Mina menjelang Isa,. Yang paling menyenangkan, tenda kami hanya beberapa meter dari lokasi pelemparan jamarat. Setelah mengumpulkan batu di sepanjang jalan, akupun memasuki tenda ber-suhu pendingin (AC). Acara kami malam itu, istirahat, setelah melakukan sholat Magrib-Isya dijamak. BAru menjelang subuh melempar jamarat.

Baru saja aku menikmati istirahat di tenda, tiba-tiba saja seorang staf perjalanan haji dan Umroh dari Bayangkara menghampiriku. Pak Bahrul ada yang ingin bertemu. Penting. Apanya yang penting, kataku lagi. Ngk tahu, Pendeknya orang itu tahu kalau Bapak wartawan TV. Dia mau kasi informasi penting. Akupun bertanya kembali kepada si pemberi pesan, siapa gerangan orang tersebut. Tapi dia menggelengkan kepala Tubuhku masih terasa penat. Tapi, godaan untk mendapatkan berita penting, mengenyahkan semua rasa penat itu.

Akupun bergegas menemui ornag yang mencariku. DI luar tenda, kudapati seorang berpakaian uhram. berusia sekitar 60an, bertumbuh gemuk dan tinggibesar, berhidung mancung, kulit putih, dan profilnya mirip keturunan Arab. Assalamualaikum , kataku menyapa duluan. "Waalaikum SALam. ' jawabnya. Karena suasana di Mina malam itu sangat ramai, kamipun tidak bisa berbincang santai. Sekilas, kuamati wajahnya agak kotor, juga ihram yang dipakainya. Ketika mataku melirik ke bawah, ternyata pria tua itu tidak mengenakan sendal. Perasaaanku mulai tidak enak. Ada apa gerangan dengan orang ini ? Jangan-jangan jemaah yang lagi stres, >?

Belum sempat aku berfikir lebih jauh,, tiba-tiba saja lelaki itu menyapaku. "Saya dari Aceh, Sedang mencari istri saya yang sudah hilang sejak 3 hari',.Akupun mengiayakan. Kemudian, balik bertanya. Apa betul Bapak akan memberikan informasi penting > Jawabnya, iya..Kalau begtiu apa isi beritanya ? Kataku mengejar. Sebentar nak. Saya haus sekali. Bisa minum dulu. "Silakan Pak,' lanjutku, sambil memesan sebotol akua dari warung di dekatku. Mataku terus mengikuti gerak geriknya. Kelihatan dia sangat kehausan. Ya sudahlah. Selesai minum, aku kembali menanyakan kepadanya apa gerangan isi berita penting yang dimaksudnya. Kemudian, bagaimana dia tahu kalau aku adalah seorang wartawan.

Dengan tenangnya, dia mengatakan. "Sebentar nak. Nanti akan saya beritahukan." Aku semakin tidak sabar. Kataku kepadanya: Pak, kalau tidak ada sesuatu yang penting, mohon maaf, saya mau istirahat, dan sholat. Dia tetap bersikeras untuk menahanku bersamanya. Sabar Nak. Anda kan wartawan. Dengarkan saya. Katanya meyakinkanku. Kataku lagi, apakah Bapk sekarang sudah menemukan istri bapak ? Dengan enteng, dia menjawab: "Justru saya yang terlepas dari rombingan. Sudah 3 hari saya luntang lantung sampai ke Mekah, utuk mencari rombongan saya.:, katanya memelas. Kalau begitu, sekarang bapak yang hilang? Betul katanya,, Kalau begitu di mana berita pentingnya ,lanjutku mulai dongkol.. . Dia kemudian berkata: "Sayalah beritanya",. Aaaah...aku benar2 kaget bercampur geli,,,
Kog yang nyari orang hilang, malah jadi yang dicari.

AKu benar2 dibuat kesal, .Tapi karena sedang menjalankan ibaah haji, aku harus sabar. kataku kemudian, kalau Bapak memang kesasar, saya akan bantu bapak bertemu dengan bagian kehilangan. Ta[i dia tidak mau. Dia ingin aku yang mendampingi. Waah, masalah besar nih. Akupun mulai meyakinkan dia kalau petugas khusus jauh lebih handal dibanding saya. "Tidak masalah. Saya pengen anak yang bantu saya mencari kemah saya>, katanya setengah memaksa, Aku , akhirnya mengalah,. Kamipun berangkat menuju arah terowongan. Sepanjang jalan yang dipenuhi jemaah haji dari berbagai negara, aku diam. Tiba2 saja, di tengah terwongan, dia mengatakan capek. Kamiupun duduk di atas trotoar terowongan. "Saya kecapean nak. Boleh ngk pinjam sendalnya, Kaki saya banyak yang tgerkeluipas,,", Dalam hatiku, 'bener2 nih bapak bawa penyakit. B ukannya berita yang dikasi, eeh dia sendiri yang jadi sumber berita. AKupun memnuhi keinginannya,. Kedua sendalku kulepas. Dan sejak itu, aku berjalan dengan kaki telanjang dari tengah terowongan sampai ke balik bukit. Setibanya di perkemahan Indonesia, ternyata, bapak tua yang kuantar sudah dinyatakan meninggal dunia. Tentu saja seisi kemah ramai..dan gembira. Merekapun tak henti2nya mengucapkan terimakasih kepadaku yang sudah 'ikhlas' mengantarkan anggotanya yang hilang. Dari romboingannya baru aku tahu kalau si bapak tua itu adalah seorang yang berpengaruhi dan berasal dari kota Sigli di Ac`eh Utara. Hari semakin malam saja . akupun mohon pamit, sembari meminta sendalku yang dipakainya. Sepanjang jalan menuju kemah di Mina, fikiranku terus menerawang. "benar2 ngerjain. Katanya mau ngasi berita, eehg, dianya yang jadi berita sendiri", kataku berceloteh . Sambil berjalan terseok-seok di sepanjang kaki bukit, dan terus melewati terowong Mina ...aku betul2 merasa sudah ditpu .. Tak henti2nya aku mengucap 'Astaghfirullah''' ,,apa ya dosaku ya Alllah,, sehingga hamba diberi cobaan seperti ini....
Uang sisa habis buat nrktir, sendal dipake orang, dan guwe jalan kaki sendirian... pulanhg ke kemah...
Trus, sesampainya di tenda, mau bilang apa yaa sama teman2 rombongan haji...dan wartawan. Kataku dalam hati. "Ah, sebodo.'. Yang penting cepat2 sampai, . Aku mau tidur, istirahat. BEsok masih banyak kerjaan.

Waktu sudah menunjukkan pukul 23.30.malam. Dengan raut wajah sedikit mengkerut. buru2 aku menju tgempat berwudhiu kemudian sholat jamak..dan istirahat. Semalaman aku menyiapkan jawaban yang tepat kalau ada pertanyaan dari teman2. Alhamdulillah, tak ada satupun yang mengorek-ngorek soal orang hilang kemarin, kecuali Tompas. Rekanku ini memang selalu ingin tahu apa yang terjadi. KEtika kuceritakan duka laraku sepanjang terowongan Mina,.. Tompas pun tertawa terkekeh kekeh, Dia cuma berkata: Bang, jangan lupa peristiwa ketika kita ditahan laskar. Abang pernah bilang, betapa jauhnya lokasi jemaah haji Indonesia dibanding kemah kita...Berapa lama mereka harus berjalan pulang pergi dari kemah ke tempat pelemparan ,.,..kasian bener ya Tom....Sedang kita enak..cuma beberapa langkah sudah sampai,.".Dan akupun tersadar oleh ucapan Tompas. Iya, juga. Aku sudah berbuat smbong di mata Allah... hanya karena aku dan romboingan mendapatkan fasilitas ONH Plus,..... Astagfirullah,.. Ampunkan segala dosa2 hamba ya Allah,,,,

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
Email (For verification & Replies)
URL
ChronoComments by Joomla Professional Solutions
Submit Comment
 

About Me


article thumbnail

Dear Visitors Thanks for being my lovely guests… I am a 53 years old , married guy with 4 children , Anisa (22/graduated) , Sarah (21/married), Fajar Alam (19/student) and Irna (17 [ ... ]


  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow

Ramalan Cuaca

sumber: bmg.go.id