Ngk Korupsi Juga Bisa Sukses Koq.. PDF Print E-mail
Written by Bahrul Alam   
Monday, 15 June 2009 22:47
kosrupsiBanyak orang stres karena persoalan ekonomi . Dan ini menurutku normal. Tapi, ada juga yang stres karena mau cepat kaya dan berkuasa. yang terakhir ini sering, dan bahkan banyak kita temukan menjelang PilCaleg kemarin. Menurutku, yang seperti ini sangat tidak normal

Tapi beda dengan sahabatku yang satu ini. Namanya Tabrani, dan kupanggil Tabun. Kami sudah bersahabat sejak bujangan . Bedanya, sekarang dia sudah jadi dosen, S-2, dan bahkan berhasil menciptakan suatu alat khusus yang mampu menghemat BBM dan power kendaraan bermotor (Mobil) . Sedang aku, masih jadi wartawan. Itulah jalan hidup. Tapi, di mataku, Tabun sangat menarik . Keseharian sahabatku ini sangat bersahaja. Muingkin , sudah ribuan mobil yang ditanganinya, tapi Tabun tetap belum pernah kudengar punya mobil. Dia masih naik angkot, dan terkadang jalan kaki kemana-mana.

Sahabatku ini memang sosok idealis. DIa mirip dokter spesialis di bidang otomotif. Ketika kuminta membantu memperbaiki mobilku , Tabun tak pernah menolak. Padahal aku tahu rumahnya jauh dari rumahku. Tabun tinggal di Semplak Bogor, sedang aku di Ciledug. Ketika kutawarkan untuk menjemput, dia selalu menolak dengan halus. dia hanya bilang; Ngk usah Kot. Aku bisa naik kendaraan umum ke Parung. Dr Parung, ke Ciputat, dan terus naik angkot ke Cileduk. Total njenderal paling 3 jam utk sampai ke rumah. Akupun terperangah mendengarnya.

Ketika ke rumahku, diapun mengaku sempat jalan kaki, karena diturnkan spir angkot di tempat yang salah. Ketika kutanya, apa yang membuat dirinya tetap seperti dulu,..jawabanya sangat praktis. "Guwa mau cari makan yang halal. Guwa senang mekanik. Guwa ngk mau nyolong. Guwa pengen buktiiin , temuan guwa bisa membantu efisiensi BBM dan meningkatkan kualitas mesin mobil ".

Tadi malam, dia kuantarkan pulang ke Bgor, Tapi dia minta diturunkan di Parung, Dari Parung, Tabrani pulang menumpang angkot menuju rumahnya di Semplak-Bogor. Masih , seperti dulu.. dengan bungkusan berisi alat montir....

DI mataku, sahabatku ini sangat kaya...Ketika aku memberikan sejumlah uang untuk ongkos pulang, Tabrani masih berkata: Kot, Guwa terima ya duit loe..... Subhannalllah... Aku hanya dapat tercenung sendirian.. Di usianya yang kini 57 tahun., Tabun, masih seperti yang kukenal 30 tahun lalu. Bertubuh krempeng, berambut gndrong acak-acakan, apa adanya sesuai gaya hidup orang Betawi , jujur, bersahaja, trampil menguasai mesin mobil ,, dan terakhir, suka menolong sesama. Padahal, dia sudah mengantongi S-2 di bidang Manufaktur , dosen otomotif, dan juga salah seorang inovator. Di mataku, dia adalah seornag prfesor, Doktor di bidang otomotif, Tapi, keberhsahajaannya tak menampakkan semua itu. Tabun tak bedanya dengan seorang montir jalanan....

SUkses ya Bun. Loe memang hebat...

Powered by jWarlock jwFacebook Comments

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
Email (For verification & Replies)
URL
ChronoComments by Joomla Professional Solutions
Submit Comment
 

About Me


article thumbnail

Dear Visitors Thanks for being my lovely guests… I am a 53 years old , married guy with 4 children , Anisa (22/graduated) , Sarah (21/married), Fajar Alam (19/student) and Irna (17 [ ... ]


  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow

Ramalan Cuaca

sumber: bmg.go.id