Kisah Nabi Harun dan Nabi Musa PDF Print E-mail
Written by Bahrul Alam   
Saturday, 25 April 2009 03:14

Assalamu'laikum warahmatullohi wabarakaatuh

Saya lupa, kapan mendengar cerita ini, tapi , masih ingat alur ceritanya. Kisahnya mengenai percakapan antara nabi Harun AS dengan adiknya Musa AS. Kedua nabi pilihan Allah SWT itu , dituturkan sedang bercakap-cakap di atas sebuah bukit. Kalau sekarang bukit itu berada di kota Amman, Yordania. . Percakapan diawali oleh nabi Musa. Wahai Kakakku Harun, sudikah engkau menceriterakan kepadaku tentang rahasia kehidupan di dunia ini ? Harun menjawab, sudah tentu adikku. Aku ingin mengetahui lebih jauh tentang masa depan manusia kelak, lanjut Musa. Ada syaratntya, kata Harun. Engkau tidak boleh bertanya apapun , apalagi menyela, ketika aku menceritakan sesuatu rahasia manusia. Baiklah, kata Musa,. Aku akan mememunih syarat2 yang engkau berikan. Kemudian Harun mengajak adiknya Musa menoleh ke bawah bukit. Di situ terdapat sebuah tempat yang dipakai oleh para musafir sebagai tempat buang hajat..kalau sekarang kita sebut saja WC umum. Tiba-tiba saja, Musa melihat seorang anak muda berpakaian gagah dengan ikat sabuk emas, memasuki WC itu. Sebelum masuk, pemuda itu melepas sabuk  emasnya, dan menyangkutkannya ke tiang di atas WC. Usai melepas hajatnya,si i pemuda langsung pergi tanpa mengambil sabuk emasnya. Musa kontan berteriak...tapi nabi Harun mencegah. Jangan berkata apapun. kata Harun kepada adiknya. Bukankah pria itu lupa , sementara kita tahu, mengapa tidak mengingatkannya ,,wahai kakakku..kata Musa. Nabi Harun tetap konsisten, bahwa Musa tidak boleh bertanya, apalagi menyela..DEngan menahan rasa ingin tahu,, Musa terpaksa mematuhi syarat kakaknya. Tak berapa lama, datang seorang pemuda lain, yang ingin buang hajat ke WC itu. Ketika akan memasuki WC, pemuda itu melihat sabuk emas di depan pintu. Si pemuda urung membuang hajat. Dia langsung mengambil dan mengenakan sabuk emas dan pergi meninggalkan WC.
Nabi Musa sangat marah menyaksikan perbuatan pemuda kedua yang mengambil sabuk emas bukan miliknya itu. Tapi, Harun kembali mengingatkan agar Musa jangan bertanya apapun kepada dia..

Meski dengan perasaan geram.. nabi Musa, akhirnya mengalah untuk tidak bertanya apapun..
Tak berapa lama, datanglah seorang pria tua, memasuki WC. Belum berapa lama si orang tua memasuki WC, terlihat dari kejauhan, seorang pemuda berlari menuju WC. Dia adalah pemuda pertama yang meninggalkan sabuk emasnya di WC. Nabi Musa khwatir, pasti akan terjadi kesalahpahaman di antara mereka. Sebab, ketika si pria tua keluar dari WC, dia berpapasan dengan sang pemuda yang meninggalkan sabuk emasnya di WC. Dari kejauhan, terlihat jelas oleh nabi Musa, bagaimana si pemuda dengan penuh amarah menusukkan pedangnya ke pria tua itu hingga tewas berlumuran darah..
Nabi Musa tidak tahan melihat perbuatan sadis dan tidak adil yang dilakukan pemuda itu..Tapi, kakaknya Harun mengingatkan , sabar. Lihat saja.. apa yang sesungguhnya terjadi//Nanti aku akan menceritakan semua itu kepadaMu wahai adikku Musa, kata Harun. Musapun kemudian menganggukkan kepalanya..

Ceritakanlah wahai Kakakku apa makna di balik semua itu >?? Mengapa orang tua tak berdosa itu tega dibantai oleh seorang pemuda, padahal dia tidak mengambil sabuk emas si pemuda... Bukankah itu perbuatan dosa...??? Nabi Harunpun kemudian menjelaskan. Baiklah adikku, dalam kehidupan ini kita harus sabar dan cermat. Yang baru saja engkau saksikan adalah sebuah fakta yang belum tentu benar adanya. Engkau tidak pernah tahu, siapa sesungguhnya pemuda yang mengambil sabuk emas itu . Siapa yang membunuh pria tua itu, dan siapa sesungguhnya pria tua itu. Seandainya engkau tahu, niscaya engkau tidak akan melihat perbuatan mereka adalah sebuah ketidakadilan.... Yang kita gunakan hanyalah sebatas pemahaman mata manusia...
Musa semakin tidak sabar ingin mengetahui rahasia di balik semua itu.
Harunpun mengatakan, sesungguhnya seseorang sedang mengambil kembali haknya yang hilang. Tahukah engkau , wahai Musa, si pemuda yang mengambil sabuk emas itu adalah pemilik sah dari sabuk tersebut. Ketika ayahnya masih hdup, sabuk itu milik ayahnya. sabuk itu dicuri, oleh orang tua pemuda yang membunuh pria tua di WC itu. Sementara , pria tua yang menjadi korban pembunuhan adalah sahabat ayah si pembunuh. Si pria tualah yang mengajak ayah si pemuda merampok harta pemilik sabuk emas itu. dan juga membunuh ayah si pemuda pemilik sabuk emas itu. Sekarang, si pria tua sedang menerima hukuman atas perbuatannya di dunia. Sedangkan si pemuda yang mewarisi sabuk emas yang bukan haknya, terpaksa merelakan sabuk itu kembali ke pemiliknya. Wallahualam bissawab ...
Nabi Musa tercenung, dan mengangggukkan kepalanya.. sembari berkata,. maha Besar Allah, dengan segala KebenaranNya . Engkau memang bijaksana dan penyabar wahai kakakku, Harun, kata nabi Musa,.Sesungguhnya aku telah mendapatkan rahasia manusia dan kehidupan ini ...


Powered by jWarlock jwFacebook Comments

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
Email (For verification & Replies)
URL
ChronoComments by Joomla Professional Solutions
Submit Comment
Last Updated on Friday, 15 May 2009 04:29
 

About Me


article thumbnail

Dear Visitors Thanks for being my lovely guests… I am a 53 years old , married guy with 4 children , Anisa (22/graduated) , Sarah (21/married), Fajar Alam (19/student) and Irna (17 [ ... ]


  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow

Ramalan Cuaca

sumber: bmg.go.id