Andy Malarangeng dan Orang Bugis PDF Print E-mail
Written by Bahrul Alam   
Friday, 24 July 2009 03:29
andi malarangengTak ada yang perlu diributkan dengan isi pernyataan Andy Alfian Malarangeng tentang orang Sulawesi Selatan atau Bugis. Dia pasti lebih mengerti suasana batin masyarakat di daerah asalnya. Andy juga bukan seorang anak baru besar, yang hanya berpendidikan pas-pasan. Andy adalah seorang pria muda, berprestasi akademis, dan beruntung. Bahkan, tidak banyak orang di Indonesia bernasib seperti Andy A,Malarangeng. Pamornya mulain menanjak ketika krisis ekonomi melanda negeri ini pada 1997. RCTI, adalah salah satu TV yang paling sering mengundang, dan menjadikan sosok Andy sebagai narasumber waktu itu. Kesederahanaannya, bahkan setelah dia menjadi anggota KPU, menjadikan sosok anak Bugis, yang lama menghabiskan waktu belajar di negeri paman Sam itu semakin bersinar.

Mengapa Kontroversi ?

Edward W Said, penulis, peraih Nobel Kesusateraan kelahiran Palestina, dan hidup di Inggeris , dalam bukunya mengatakan bahwa politik yang paling berbahaya adalah politik kata.(Word-Politics). Dia mencoba mengungkapkan mengapa mediamasa Barat selama ratusan tahun selalu menuliskan Islam dalam perspektif negatif. Jawabannya sederhana. Terbatasnya pemahaman Pers Barat tentang dunia Islam. Demikian juga halnya dengan kasus Andy dan orang Bugis. Pernyataannya menjadi sesuatu yang kontroversi dan multi tafsir. Faktor-faktor yang menjadi sumber pemicunya, antara lain
  1. Moment dan Tempat
  2. Kandidat salah satu Capres berasal dari Sulawesi
  3. Peran mediamasa
  4. Masih tingginya In-Group Sense Kedaerahan
  5. Educational Gap- antara Andy dengan mayoritas warga di komunitasnya. Andy lama di LN, dengan segala pemikiran yang serba rasional. Sementara, komunitas di mana Andy berasal, dan ketika menyampaikan pernyataan tersebut masih memiliki jarak tafsir berbeda tentang berbagai hal.
Secara hukum, tak ada yang bisa menjerat Andy Malarangeng. Itu adalah sebuah pemikiran dari seorang pribadi Andy sebagai orang Sulawesi Selatan terhadap komunitasnya. Jika ada yang menyebut pernyataan tersebut mengandung rasialisme, perlu pembuktian lebih lanjut. Terkecuali jika itu diungkapkan oleh orang berbeda suku dan ras. Selain itu, Andy juga sudah menjelaskan di dalam berbagai kesempatan kalau pernyataan itu murni sebagai wujud keinginanannya untuk menunjukkan kekiniannya dalam melihat sosok Indonesia orang Bugisnya Andy. Kalaupun ada kesalahan, terletak pada kealpaan Andy membaca ke empat faktor yang disebutkan di atas. Seperti kata pepatah,: Tak ada Gading yang tak Retak. Mudah2an, ini sebuah pembelajaran yang positif bagi kita semua, Terutama di minggu tenang ini, kita sama-sama saling memaafkan.



Salam Indonesia

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
Email (For verification & Replies)
URL
ChronoComments by Joomla Professional Solutions
Submit Comment
Last Updated on Friday, 24 July 2009 03:50
 

About Me


article thumbnail

Dear Visitors Thanks for being my lovely guests… I am a 53 years old , married guy with 4 children , Anisa (22/graduated) , Sarah (21/married), Fajar Alam (19/student) and Irna (17 [ ... ]


  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow

Ramalan Cuaca

sumber: bmg.go.id