| Kacua dan JK: A Melodramatic Campaign for Pilpres |
|
|
|
| Written by Bahrul Alam |
| Monday, 22 June 2009 09:31 |
Abdul Latief alias Kacua, warga Bone, penjual koran, renta, adalah potret anak bangsa yang mewakili mayoritas kaum tertindas secara ekonomi.
Mereka, dalam istilah praktisi media di TV disebut juga sebagai the silent -majority. Banyak, tapi jarang mendapat tempat khusus di layar kaca. Kecuali dalam kapsitas sebagai 'the victimized'-sources'.Ketika sosok Kacua i dikemas menjadi sebuah komoditi kampanye, dengan mencari tautannya dengan salah seorang Capres.. jadilah Kacua sebuah kekuatan yang dapat membangun nuansa kerakyatan kepada sosok Capres yang akan ditempelkan dengannya . Dan itu berhasil dibangun dengan sangat apik, oleh Tim Media JK-Win, dalam skenario 'jumpa kawan lama' di Trans TV , 17 Juni malam. Apa yang dapat kita simpulkan dari tayangan dialog Kacua dan JK ?
|



Abdul Latief alias Kacua, warga Bone, penjual koran, renta, adalah potret anak bangsa yang mewakili mayoritas kaum tertindas secara ekonomi.
Mereka, dalam istilah praktisi media di TV disebut juga sebagai the silent -majority. Banyak, tapi jarang mendapat tempat khusus di layar kaca. Kecuali dalam kapsitas sebagai 'the victimized'-sources'.






Comments