Kacua dan JK: A Melodramatic Campaign for Pilpres PDF Print E-mail
Written by Bahrul Alam   
Monday, 22 June 2009 09:31
yjkAbdul Latief alias Kacua, warga Bone, penjual koran, renta, adalah potret anak bangsa yang mewakili mayoritas kaum tertindas secara ekonomi. Mereka, dalam istilah praktisi media di TV disebut juga sebagai the silent -majority. Banyak, tapi jarang mendapat tempat khusus di layar kaca. Kecuali dalam kapsitas sebagai 'the victimized'-sources'.

Ketika sosok Kacua i dikemas menjadi sebuah komoditi kampanye, dengan mencari tautannya dengan salah seorang Capres.. jadilah Kacua sebuah kekuatan yang dapat membangun nuansa kerakyatan kepada sosok Capres yang akan ditempelkan dengannya . Dan itu berhasil dibangun dengan sangat apik, oleh Tim Media JK-Win, dalam skenario 'jumpa kawan lama' di Trans TV , 17 Juni malam.

Apa yang dapat kita simpulkan dari tayangan dialog Kacua dan JK ?
  1. Kampanye Media Pilpres penuh dengan adu strategi kreatif
  2. Kemampuan Tim Media mengusung sosok dan isu yang saling mengisi akan menentukan efektifitas pesan kepada khalayak
  3. Secara menyeluruh, kualitas isi dan setting kampanye media jK, menurut saya terglong the 'BEst' dari semua Capres , sampai saat ini
  4. Tim Media Capres yang lain (Mega dan SBY-) perlu lebih peka, dan tajam membaca realitas emosi pemilih , agar orang tidak merasa terjebak dengan jargon-jargon lama. dan membosankan.
  5. Kampanye melalui mediamasa, akan sangat efektik dalam membantu percepatan sosialiasi sosok Capres ke khalayak dibanding dengan cara-cara langsung

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
Email (For verification & Replies)
URL
ChronoComments by Joomla Professional Solutions
Submit Comment
 

About Me


article thumbnail

Dear Visitors Thanks for being my lovely guests… I am a 53 years old , married guy with 4 children , Anisa (22/graduated) , Sarah (21/married), Fajar Alam (19/student) and Irna (17 [ ... ]


  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow

Ramalan Cuaca

sumber: bmg.go.id