Angka 2 , SBYpun Manyun. Apa Iya ...? PDF Print E-mail
Written by Bahrul Alam   
Monday, 15 June 2009 23:37
sbySungguh mengagetkan mendengar komentar Ikrar Nusa Bakti (i Metro TV-siang,30 Mei 2009) soal SBY manyun ketika mendapat nomor dua sebagai peserta Pilpres 2009 di gedung KPU.

Angka dua, sejak Pemilu 77 s/d 97 merupakan angka hoki partai penguasa, Golkar. Jadi, ngapain SBY risau. Apalagi, Presiden Indonesia ke depan tidak lagi masuk ke wilayah irrasionalitas kayak main Hwa Hwe.. atau judi buntut...

Saya fikir, semua angka,ngk masalah. Kalau memang ada kepercayaan di kalangan orang Cina dan Jepang soal angka . lebih dikarenakan, bahasa mereka bisa berkonotasi banyak. Saya sudah lupa, tapi, orang Jepang biasanya ogah berkantor di lantai yang jika diucapkan dalam bahasa Jepang, artinya mati/gelap... (Mohon yang ahli sastra Jepang bisa bantu)

Kunci sukses Pilpres Juli mendatang sangat bergantung kepada penampilan figur, dan kerja Tim Sukses masing-masing untuk mengelola berbagai isu penting sehingga bisa mengundang daya pikat pemilih untuk mendukungnya..

Contoh isu, yang belum dikelola dengan baik, misalnya, soal solusi kemiskinan, dan lapangan kerja bagi pengangguran...Yang muncul ke permukaan baru janji dan wacana...Mau bukti, lihat sendiri kasus yang menimpa TKW di LN. Banyak yang meninggal karena dianiaya majikan, Tapi sedikit sekali kita dengar ada pernyataan Capres/Cawapres meminta kasus2 spt itu segera ditindaklanjuti... kemudian mereka sendiri langsung datang berkunjung ke rumah keluarga TKW yang mendapat musibah....

Hal lain, soal perilaku kerakyatan dari masing-masing capres/cawapres.. Jangan cuma pas mau kampanye, baru main ke pasar 2 tradisional.. jangan cuma mau pilpres, baru berkunjung ke Ponpes2, atau lokasi bencana....Terjun saja ,,, sesukanya,,, tanya rakyat, berdialog dengan mereka...catat, dan beri solusi nyata... bukan janji atau slogan....Lebih Cepat Lebih Baik, Lanjutkan,, saya merasa terpanggil... Isi semua slogan itu dengan perbuatan nyata...InsyaAllah,, Rakyat akan merasa terpuasi.... dan mendukung ...

Saatnya slogan harus menjadi komitmen untuk membangun negeri. Contoh. Lanjutkan perubahan,, untuk Indonesia yang lebih bermartabat dan sejahtera...dengan cara membasmi koruptor sampai ke akar-akarnya... bawa bukti kasus yang sudah ditangani...buat janji atau kontrak mati dengan rakyat ...yang isinya :: Jika saya terbukti di kemudian hari ,. atau keluarga saya... melakukan perbuatan korupsi dan tindak pidana lain yang merugikan bangsa dan negara ..saya ....dst... siap dihukum seberat beratnya,.., termasuk hukuman mati....

Salam Sukses...

Powered by jWarlock jwFacebook Comments

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
Email (For verification & Replies)
URL
ChronoComments by Joomla Professional Solutions
Submit Comment
 

About Me


article thumbnail

Dear Visitors Thanks for being my lovely guests… I am a 53 years old , married guy with 4 children , Anisa (22/graduated) , Sarah (21/married), Fajar Alam (19/student) and Irna (17 [ ... ]


  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow

Ramalan Cuaca

sumber: bmg.go.id