4 Kelemahan SBY Memilih Boediono PDF Print E-mail
Written by Bahrul Alam   
Monday, 15 June 2009 23:30
saby-budiTulisan ini sengaja kubuat semata-mata sebagai sumbangan fikiran seorang anak bangsa, yang dulu pernah menjadi salah seorang anggota relawan SBY-JK, bersama ribuan, bahkan jutaan warga lainnya . Jika ada yang kurang berkenan, mohon mengajukan pendapatnya secara terbuka. Yang penting, aku ingin mengutarakan ini setelah berulang kali berdiskusi dengan sesama teman seprofesi di bidang pers. Mereka umumnya orang-orang yang kuanggap cerdas, berpengalaman, dan memiliki wawasan kebangsaan yang cukup luas dan memegang teguh idealisme sebagai WARTAWAN .
Hasil diskusiku dengan mereka hampir sama. Ada 4 (empat) kelemahan SBY ketika memilih Boediono sebagai Cawapres , dibanding JK -WIN :

1. Jawa Timur Centris

Sosok SBY dan Boediono yang sama-sama berasal dari Jawa , khususnya Jawa Timur akan
mengundang tafsir primordialism yang masih sangat mengakar di benak SBY oleh masyarakat luar Jawa.

2. Kurang mengakomodir simbol-simbol keislaman
Jika para istri Capres -Cawapres kedua pasangan disandingkan, masyarakat, khususnya umat Islam akan melihat bahwa isteri-isteri pasangan JK-Win lah yang paling merepresentikan umat islam dalam berbusana.

3. Terkesan menentang Konvensi politik dan kekuasaan
Meski tidak diatur secara tertulis, pengalaman menunjukkan, dalam perjalanan sejarah kepemimpinan di Indonesia, berlaku postulasi Nasionalis dan Agama. Lihat saja, perjalan Soekarno-Hatta, Gus Dur-Megawati, Megawati -Hamzah Haz, dan SBY-JK . Namun kali ini, hal itu tidak tampak dalam pasangan SBY-Boediono

4. Old-style dan tidak memiliki gerbong masa di akar rumput politik nasional

Sosok Boediono yang profesional dan bukan berasal dari parpol justru sangat rentan menjadi sasaran tembak kelompok partisan di parlemen. Kepiawaiannya mengelola masalah ekonomi, bukan berarti piawai dalam mengelola lobi di jejaring politik parlemen. Selain itu, Boediono , bukan orang yang lahir 'dari pergolakan di akar rumput , baik yang berbasis agama, maupun nasionalis.

Mengapa SBY tetap memilih Boediono ?

Ada beberapa kemungkinan yang menjadi pertimbangan :
  1. Jika memilih wakil dari salah satu dari Parpol Mitra Koalisi, dikhawatirkan akan memicu resistensi dari mitra Parpol koalisi lainnya.
  2. SBY sangat yakin, akan memenangkan Pilpres 2009, setelah mendapat masukan dari para penasehat dekatnya.
  3. Ada tekanan pihak tertentu untuk menjadikan Boediono sebagai Wapres , dan itu sulit dihindarkan.
  4. Pilpres bukan memilih Cawapres melainkan Presiden, Jadi, tidak ada masalah dengan Cawapres.

Apa konsekwensi dari ke empat kelemahan di atas ?

Ada kemungkinan basis suara pendukung SBY yang selama ini solid , khususnya di kalangan umat islam, serta luar Jawa, akan terpecah. Sebagian, kemungkinan besar akan memilih JK-WIN . Apalagi, JK-adalah juga inkumben, dan sekarang, tampil lebih mengesankan di hati publik, melalui iklan Johan Foundation. Jika Pilpres berlangsung dua putaran, peluang SBY-Berbudi untuk mengalahkan JK-WIN, tidak gampang. Kehadiran partai mitra koalisi dalam mendulang suara di akar rumput sangat terbatas.Karena Pilpres murni pemilihan terhadap figur, bukan simbol2 partai.

Wallahualam Bissawab


Powered by jWarlock jwFacebook Comments

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
Email (For verification & Replies)
URL
ChronoComments by Joomla Professional Solutions
Submit Comment
 

About Me


article thumbnail

Dear Visitors Thanks for being my lovely guests… I am a 53 years old , married guy with 4 children , Anisa (22/graduated) , Sarah (21/married), Fajar Alam (19/student) and Irna (17 [ ... ]


  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow

Ramalan Cuaca

sumber: bmg.go.id