|
Saya berani bertaruh, Islam , dan mereka yang menjunjung tinggi ajaran Allah SWT dan RasulNya
, tidak akan menjadikan teror sebagai bentuk dari Jihad menegakkan kebenaran. Bagaimana mungkin, kebenaran ditegakkan di atas ceceran darah sesama ikhwan,. dan umat manusia beragama lainnya.
Bahkan, ada saat-saat di mana umat Islam tidak dibolehkan merusak dan membunuh binatang, yaitu ketika menyelenggarakan Ihram di kta suci Mekkah .
Teror adalah tindak kriminal murni
Kalaupun ada bukti-bukti yang menghubungkan aksi teror dengan aliran keagamaan , itu tidak boleh digeneralisir sebagai aktifitas suatu umat beragama tertentu. Aparat keamanan, dan pengamat masalah2 teror dan kriminologi harus bisa memisahkan aktifitas yang bersumber dari sebuah ajaran keagamaan dengan tafsir kelompok tertentu tentang sebuah kehidupan beragama.
Sydney Jones , dalam wawancaranya dengan salah satu TV swasta nasional juga sangat berhati-hati untuk tidak mencampuradukkan aksi teror bom dengan keyakinan suatu agama, dalam hal ini Islam. Mengapa ? Karena memang, tidak ada bukti dan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan di Pengadilan manapun, bahwa suatu agama membenarkan teror dalam menegakkan kebenaran.
Presiden Barack Obama sendiri sudah melepaskan sejumlah tahanan yang dikaitkan dengan peristiwa gedung kembar di New York, karena tidak terbukti bersalah, dan proses penahanan mereka bertentangan dengan HAM .
Islam adalah agama Rahmatan Lil Alamin. Islam adalah agama pembaharuan berfikir tentang kehidupan yang lebih baik. Islam adalah agama yang mendukung pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Islam bukan agama kaum sarungan. Islam,. adalah agama yang mengajarkan tentang kewelasasihan terhadap sesama, bukan ke kekerasan . Bahwasanya banyak santri dan santriwati yang mengenakan kain sarung, itu karena sudah menjadi aturan agama Islam untuk menutup aurat .
Belajar dari Pengalaman
Kasus Imron dan Woyla, kasus Lampung, dan lain sebagainya di tanah air , baik selama Orde Baru, dan setelah itu, menurut saya, tak lebih dari sebuah aksi kekerasan terhadap simbol-simbol publik , negara dan kekuasaan oleh orang-orang yang merasa tidak diperlakukan adil , dan paling benar dalam melihat keyakinannya . Mereka termarjinalisasi dalam himpitan kemiskinan secara ekonomis, dan sosial. Mereka juga ada yang secara intelektual sangat terbatas. Kalaupun ada orang-orang berpendidikan tinggi di dalamnya, mereka lebih banyak berperan sebagai otak /dalang yang menggerakkannya. Tidak tertutup kemungkinan, gerakan-gerakan ekstrim spt ini diketahui dan dikelola secara baik, untuk selanjutnya dimanfaatkan demi tujuan-tujuan politik tertentu. Namun, aksi-aksi tersebut sama sekali jauh dari ajaran agama, jika ingin dicermati secara seksama. Sayangnya, sering yang menjadi korban tudingan adalah Umat Islam, dan agama Islam.
Pemimpin Ormas Islam Harus Lebih Berani Bersikap ..
Saya melihat, sejak peristiwa Bom Marriot dan Ritzs Carlton, beberapa hari lalu, belum ada pernyataan dari Pemimpin Ormas Islam yang muncul dan berani mengatakan bahwa aksi teror dan pembunuhan biadab lainnya adalah bertentangan dengan ajaran agama Islam. Saya juga melihat, koq, justru Ketua Gerakan Umat Islam, dengan cepat bisa mendeteksi siapa orang2 yang tercatat dalam rekaman CCTV di hotel Ritz Carlton dan Marriot. Ada apa di balik semua ini.......................
..Semoga Allah mengungkapkan kebenaran itu akan tetap benar, dan kebathilan itu akan tetap batil. Wallaahualam bissawab
Salam Indonesia.,
|
Comments