| In Memoriam Mas Willy |
|
|
|
| Written by Bahrul Alam |
| Thursday, 20 August 2009 23:51 |
|
Ketika , dua orang anak buahnya datang ke rumahku membawa undangan peluncuran buku, dua bulan lalu,, dan memintaku menjadi moderator, akupun setuju. Harapanku, kami, (Ustad Mochtar), mas WIlly, dan bang Syarif Tando, akan reunian di acara itu nantinya. Sayang, ketika aku sampai di balai Sudirman, yang ada hanya bang Sutardji ,. Mas Willy tidak bisa hadir. Kecurigaanpun timbul. Tiba2 seorang sahabat membisikkan, kalau mas Willy sedang dirawat karena kondisinya serius. Pesannya kepadaku, mohon tidak memberitahukan kepada siapapun.Jelas, bagiku pesan itu sebuah amanah yang sangat berat. Aku seorang wartawan,,tapi kali ini aku harus menutup diri dari sesuatu yang menjadi sumber berita besar. Tapi, sebagai penghormatanku kepada mas Willy, amanah itu tetap kupegang sampai akhir hayatnya . Padahal, beberapa hari lalu, seorang teman dari RCTI sempat menelponku, meminta konfirmasi tentang keadaan sebenarnya dari mas WIlly. Kukatakan kepadanya aku tidak tahu.. Itu memang sebuah kebohongan. Tapi, aku harus menjaga amanat. Powered by jWarlock jwFacebook Comments |



Terus terang aku merasa kehilangan sosok dramawan yang sangat komit terhadap sikapnya. Terakhir aku menyaksikan mas Willy tampil ke hadapan publik, ketika diminta
menanggapi soal Pileg dan Pilpres 2009. Pernyataan yang sempat kutangkap dari bibir pucatnya waktu itu: Jijik saya melihat keadaan di negeri ini.... 






Comments