Kalau boleh jujur, fesbuk adalah 'mahluk' paling demokratis saat ini. Idiologinya , silaturahim , keterbukaan, yang berazaskan kesantunan komunikasi, namun
bebas aktif menggunakan gaya bahasa. Redakturnya kita sendiri. Yang punya ide, kita sendiri. pendeknya mirip warung swalayan-lah..
Padahal, kalau kita telaah satu persatu orang-orang di rekanan FB banyak yang top . Bayangkan kalau kita mau ketemu langsung, dan berbicara dengan mereka, mungkin susahnya setengah mati, Entah itu disebabkan jabatannya, sehingga ada hambatgan protokoler, atau bisa juga, memang 'fren' kita itu orang sibuk. Alhamdulillah, melalui FB semua komunikasi dibuat gampang, asa rajin nge-add.
Di mata FB, tak ada beda presiden, capres, wacapres, ketum Parpol, Doktor, Dirut BUMN, dosen, dan profesor. semua sama saja. Bahkan, seorang pedagang asongan di Tanah Abang bisa berkomunikasi langsung dengan sesama komunias FB lain. Yang penting mau dan bisa nge-add. .
Sayang, FB bukan seperti kita. Seandainya FB bisa diwujudkan jadi manusia, jadilah FB sosok yang paling idol untuk memenangkan Capres 2009. Seperti dikemukakan seorang teman,pengguna FB sudah 200 juta orang.
|
Comments