Wartawan dan Diplomat Partikelir PDF Print E-mail
Written by Bahrul Alam   
Monday, 15 June 2009 05:29

diplomatKetika mengikuti program magang untuk wartawan Internasional di CNN Atlanta, Desember 1993- ada pengalaman menarik. Soal penyerbuan gereja Moatel oleh TNI di Timor Timuri. Isu di luar negeri saat itu sangat ramai tentang Timor Timiur dan Indonesia.  Jadilah aku berperan rangkap, wartawan dan juga diplomat partikelir .
Awalnya, Produserku, Nancy Peckenham, menawarkan peluang untuk bisa menjadi narasumber di dalam salah satu acara di CNN-Atlanta. Kebetulan seorang wartawan TV Portugal sedang berada di Amerika. Menolak langsung, jelas akan meruntuhkan reputasiku. Apalagi agar bisa ikut magang, peserta harus seorang seorang wartawan yang independen, dan dibuktikan dari sejumlah hasil liputannya.

'Hatiku deg-deg an-Why, soalnya masalah Tim Tim, sangat sensi di tanah air. Salah omong, bisa ke neraka. Selain itu, aku juga bekerja di RCTI, sebuah perusahaan milik penguasa RI . Otakkupun mulai bekerja keras. Ehh, belum sempat aku menjawab tawaran Nancy, dari bagian redaksi internasional sudah mendatangiku, bersama si wartawan dari Portugal.

Aku seperti difait accomply. Waah, bisa berabe niih. Kebiasaanku, menyalami lawan bicara sebelum berbincang lebih jauh. Kamipun berkenalan. Singkat kata, kuajukan pertanyaan kepadanya, dan itu penting bagiku , Apakah dia pernah ke Timor Timur ? Jawabannya sangat menggembirakanku. Belum, Bak gayung bersambut. Akupun menimpali. Sama donk. Oow, yeaah.. katanya lagi. Yes. Aku cuma kirim crew ke Tim Tim. Personally, saya belum ke sana. Jadi, kesannya kurang etis, jika You dan saya sama-sama belum pernah ke Tim Tim, tapi ngomongin Tim Tim di program internasional yang ditonton jutaan manusia di dunia.. Iya juga, katanya. Akhirnya, rencana dialogpun dibatalkan. Dan aku selamat

Jauh di relung batinku aku berbisik. Andai ku pernah ke Tim Tim. pasti aku akan menolak diwawancarai oleh wartawan Portugal yang notabene musuh negaraku waktu itu. Apalagi, ditambah dengan statusku yang bekerja di sebuah perusahaan milik putera presiden RI, Soeharto..
Tidak ada pilihan lain. Jadilah aku diplomat partkelir...alias berbohong untuk kebaikan... Sorry Friendss.,


Powered by jWarlock jwFacebook Comments

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
Email (For verification & Replies)
URL
ChronoComments by Joomla Professional Solutions
Submit Comment
Last Updated on Monday, 15 June 2009 05:55
 

About Me


article thumbnail

Dear Visitors Thanks for being my lovely guests… I am a 53 years old , married guy with 4 children , Anisa (22/graduated) , Sarah (21/married), Fajar Alam (19/student) and Irna (17 [ ... ]


  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow

Ramalan Cuaca

sumber: bmg.go.id