Kisah Paul Revere dan Anak Muda Boston PDF Print E-mail
Written by Bahrul Alam   
Monday, 04 May 2009 09:40

paul

Pada tanggal 18 April , 1775, seorang anak muda yang bekerja di sebuah ‘livery stable’ (Peternakan Kuda)  di Boston mencuri dengar pembicaraan seorang perwira pasukan Inggris kepada temannya  tentang rencana  pasukan Inggeris untuk ‘memberangus seluruh pentolan pemberontak yang tergabung dalam pasukan milisi di bawah pimpinan John Hancock dan Samuel Adams di Boston-Amerika Serikat   . Kata-kata yang diucapkan perwira Inggeris tersebut cukup singkat : Besok kita akan membumihanguskan Amerika .

Seketika itu juga sang pemuda berlari membawa berita penting tersebut ke rumah seorang pandai perak yang bernama Paul Revere.  Revere mendengar berita tersebut sudah berulang kali. Dan itu bukan rumor pertama yang dia dengar. Sebelumnya, pada hari yang sama dia juga mendapat informasi bahwa para perwira dari angkatan laut Inggeris telah berkumpul di Long wharf di Boston dan berbicara berbisik-bisik tentang hal tersebut . Mereka sudah disiapkan untuk melakukan penyerangan ke Boston dengan dukungan dua kapal perang yang melego jangkar di perairan Boston. Masing-masing  Kapal perang Boyne, dan  Somerset . Penduduk juga sudah sering melihat sejumlah   pelaut Inggeris berkeliaran di sepanjang pantai pelabuhan Boston .

Menjelang senja, Revere dan sahabatnya Joseph Warren menjadi lebih yakin bahwa pasukan Inggeris akan melakukan serangan besar-besaran ke Amerika melalui Lexington di Baratdaya Boston , untuk menangkap John Hancock dan Samuel Adam , dua tokoh milisi amerika yang dicari-cari kerajaan Inggeris karena memimpin pemberontakan terhadap Kerajaan Inggeris. Selain itu, pasukan Inggeris juga akan memasuki kota-kota di Negara bagian Amerika , tepatnya di Concord untuk menguasai gudang amunisi dan senjata yang selama ini dipakai untuk mendukung logistic dan persenjataan kaum pemberontak . Apa yang terjadi selanjutnya  merupakan awal sejarah yang sangat melegenda di Amerika Serikat hingga saat ini.  Dan kisah ini terus diceritakan kembali di sekolah-sekolah di Amerika Serikat hingga saat ini .

Menyampaikan  Berita atau Informasi seperti  ‘Virus’ Epidemi

Sekitar pukul sepuluh malam, Warren dan Paul Revere bertemu. Mereka memutuskan untuk memberitahukan warga di sekitar Boston tentang rencana pasukan Inggeris itu.  Revere.  Dengan menyeberangi pelabuhan Boston,  Revere memulai perjalanan malamnya untuk meneruskan berita tentang rencana penyerangan Inggeris besok. Dalam waktu 2 jam Revere telah mencapai kota terdekat,, Lexington , yang berjarak 13 mil dari tempat tinggalnya. Di setiap kota yang dilewatinya-Charlestown, Medforth, North Cambridge, Menotomy-dia mengetok pintu-pintu rumah penduduk sambil menyebarkan berita bahwa pasukan Inggeris akan menyerang Amerika besok. DIa juga meminta agar setiap orang yang ditemukannya segera menyebarkan berita itu ke penduduk lainnya. Lonceng gerejapun mulai berdentang di seluruh penjuru kota.  Gendang perangpun segera terdengar ditabuh di mana-mana . Berita yang disampaikan oleh Paul Revere menyebar seperti virus . Seluruh kota dan desa-desa  terjaga dari bahaya yang akan menimpa mereka . Berita itu tersebar sampai ke Lincoln, Massachusset, pada pukul satu tengah malam,  sampai ke Sudbury pada pukul tiga dinihari, serta sampai ke Andover, sekitar  40 mil di Baratdaya Boston, pada pukul 5 subuh.  Pada pukul 9 pagi, berita sudah sampai ke hampir seluruh bagian Barat kota ashby di dekat Worcester .  Ketika pasukan Inggeris keesokan paginya memulai longmarch pasukan mereke ke kota Lexington di Boston,  yang mereka temukan di setiap kota adalah perlawanan sengit dari kaum pembrontak .  Pasukan Inggeris akhirnya berhasil dikalahkan dengan telak.  Peristiwa itu dikenal dengan Revolusi Amerika (American Revolution) .

Kisah Paul revere dan perjalanannya menyampaikan berita dengan menunggang seekor kuda dari kota ke kota mungkin menjadi sejarah yang paling terkenal di Amerika Serikat karena kehebatan mulutnya menyampaikan informasi. Inilah yang disebut dengan ‘a word o mouth epidemic’.  Sepenggal kata yang menjadi berita penting telah dibawa oleh Paul melintas kota dan desa dalam waktu yang sangat singkat, dan mampu memobilisasi seluruh kekuatan bersenjata kaum pembrontak .

Apa yang bisa kita petik dari cerita Paul Revere di atas  ?  Di masa sekarang ini, walaupun  komunikasi masa  dan kampanye iklan produk yang menelan biaya milyaran hingga triliyunan rupiah sudah menggunakan media masa elektronik canggih (superhighway-information and communication era) , tetap saja komunikasi antar individu (Human communication) masih sangat perlu..  Ini yang disebut sebagai ‘Inter-personal communication’.  Kuncinya adalah siapa yang melakukan komunikasi, kemana pesan harus disampaikan, dan seberapa besar bobot pengaruh yang dimiliki si pemberi pesan (komunikator) di mata si penerima pesan . Paul Revere adalah sosok dipercaya, dan memiliki hubungan interpersonal yang sangat kuat di berbagai kalangan masyarakat di Amerika pada masa itu..  Paul Revere adalah ‘Connector’ yang luar biasa . Dia dengan segenap lobi dan relasinya telah menjadi alat transmisi berita yang sangat dahsyat. Revere telah berhasil mengemas informasi menjadi ‘virus’ yang disebarkan ke berbagai daerah dengan cepat (epidemic) .

Telangkai Professional  alias Connector

Apa yang kita ketahui dengan ‘Connector’.? Seorang ‘Connector’ adalah orang yang memiliki pengetahuan banyak tentang orang lain . Dengan kata lain, seorang ‘Connector’ adalah ‘manusia gaul’ . Stanley Morgan, pada penghujung tahun 1960  telah melakukan eksperimen untuk mengetahui jawaban bagaimana sesungguhnya manusia/orang terhubungkan atau berhubungan (How human beings connected ? ) .Apakah kita hidup di bumi yang berlainan satu dengan yang lain ? Sama-sama bekerja, tapi memiliki dunia sendiri-sendiri ? Atau kita sesungguhnya terikat di dalam jejaring ketergantungan yang saling mengunci ?  Bagaimana sebuah ide atau penggalan berita tentang rencana penyerbuan pasukan Inggeris – bisa menyebar ke seluruh penduduk di Amerika ?

Milgram mencatat 160 nama orang-orang yang tinggal di Nebraska dan Omaha dan mengirim mereka sebuah paket yang berisi nama dan alamat pialang yang bekerja di Boston dan berdiam di Sharon., Massachusset . Setiap orang yang disuratinya diminta untuk menulis nama mereka dan mengirimkan kembali paket itu ke teman mereka atau orang yang mereka kenal dekat dengan nama para pialang tersebut .  Singkat kata, dari eksperimen itu, Milgram menerima umpan balik yang sangat sederhana. Dari 24 surat yang berhasil sampai ke alamat pialang di kotanya, di Sharon,  16 surat diantaranya disampaikan oleh orang yang sama, yaitu  seorang tukang kain yang bernama Mr Jacob.

Begitu juga dengan  surat-surat lain. Hanya 2 (dua) orang yang sama yang meneruskan  permintaaannya untuk meneruskan paketnya ke alamat para pialang di Boston . Mereka adalah Mr Jones dan Mr Brown

The Law of Few

Apa yang dilakukan oleh Paul Revere,  Mr Jones, Mr Brown, dan Mr Jacob , adalah realitas yang terjadi di dalam komunikasi interpersonal sehari-hari. Tidak semua orang bisa menjadi ‘connector’.  Connector adalah fasilitator komunikasi yang sangat ampuh untuk mengelola dan menjadikan informasi atau berita menjadi virus epidemik .  Seorang ‘Connector’ tidak Cuma seorang yang akti di lingkungan sosialnya.  Mereka adalah orang yang sekaligus berprofesi sebagai ‘People Specialist’ dan ‘ Information  Specialist’ .  Jumlah mereka tidak banyak. Itu sebabnya mereka disebut ‘the Law of Few ‘. Apa yang dilakukan oleh Paul Revere tidak hanya berperan sebagai seorang ‘networker’ yang hebat. Dia juga lobbyist sekaligus ahli dalam mengumpulkan dan mengolah informasi (Information Specialist) .  Istilah untuk yang terakhir disebut ‘Maven’. Orang yang bisa memeriksa kebenaran suatu informasi , dan mengelolanya dengan baik .

Hikmah

Pesan penting yang dapat kita ambil dari cerita ini adalah silaturahim dan kejujuran . Seperti kata pepatah Melayu :

“ Sekali lancung ke ujian, seumur hidup orang tak percaya.”


Catatan ; Tulisan ini dibuat ketika menjadi Tim asistensi Pemenangan Pemilu di Babel-2007 , sebagai bahan masukan kepada kandidat yang bersaing waktu itu ,Bahan-bahan diterjemahkan dari buku laris ,” the Topping Point,” :  How Little Things Can Make a Big Different  , karya Malcolm Gladwell-Edisi I diterbitkan pada Maret 2000.


Powered by jWarlock jwFacebook Comments

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
Email (For verification & Replies)
URL
ChronoComments by Joomla Professional Solutions
Submit Comment
Last Updated on Friday, 15 May 2009 07:07
 

About Me


article thumbnail

Dear Visitors Thanks for being my lovely guests… I am a 53 years old , married guy with 4 children , Anisa (22/graduated) , Sarah (21/married), Fajar Alam (19/student) and Irna (17 [ ... ]


  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow

Ramalan Cuaca

sumber: bmg.go.id