Renungan Bill Gates dan Gelar Kesarjanaan PDF Print E-mail
Written by Bahrul Alam   
Saturday, 25 April 2009 04:04

billAndaikata dulu Bill Gates sudi meluangkan waktunya magang di LKBN Antara, tidak tertutup kemungkinan Antara akan kejipratan bantuan keuangan dalam situasi sulit seperti sekarang ini. Paling tidak, pinjaman modal kerja selama 5 hingga 10 tahun yang bisa dipakai untuk menggerakan Antara paska Perum agar leb ih leluasa berkreasi menunju Antara baru yang lebih mandiri, inovatif, dan mendunia . Tokh, , jumlah modal usaha yang diperlukan Antara tidak seberapa dib anding kekayaan yang dimiliki Billy saat ini, yaitu sekitar 57 milyar dolar AS, atau sekitar 513 triliyun rupiah.

LKBN Antara paska Perum hanya perlu modal usaha satu koma dua triliyun rupiah saja atau sekitar 0,1 persen dari kekayaan pribadi Billy. Dengan bantuan dana sebanyak itu, LKBN Antara sudah akan bisa memperbaiki gaji karyawannya menjadi rata-rata 9,7 juta rupiah kotor. Dan itu, sudah termasuk simpanan (tabungan) hari tua dan asuransi kesehatan sebesar 40 persen dari total pendapatan kotor karyawan, Subhanallah wa bihamdihi.

Sayang seribu kali sayang. Billy yang kemarin ( 8 Juni 2007) baru saja dianugerahi doctor honoris cause oleh almamaternya di Harvard, Boston, memutuskan akan menyisihkan sebagian dari hartanya untuk kepentingan social. Menurut Billy sebagaimana dilaporkan BBC, Jumat malam, dalam pidato pengukuhannya sebagai sarjana sekaligus doctor honoris causa di depan senat guru besar universitas Harvard , seseorang yang disebut sukses tidak cukup hanya berhasil di bidang karir pekerjaannya saja. Orang juga harus mengabdikan dirinya untuk kepentingan orang lain yang memerlukan apa yang sudah diraihnya. Billy juga mengaku, mengapa dia perlu kembali ke kampus setelah 30 tahun silam dunia tu ditinggalkannya . Jawaban Billy sederhana. Kesarjanaannya sekedar pelengkap untuk memenuhi janjinya kepada kedua orangtuanya dulu. Menurut Billy lagi, memenuhi harapan orang tua yang pernah menyekolahkannya ke Harvard, adalah sebuah cita-cita yang belum terwujudkan. Tapi Billy tidak pernah surut ke belakang untuk meraih apa yang pernah ditinggalkannya. Sebagai mahasiswa drop-out, Billy sadar betul, dunia kampus dan gelar kesarjanaan bukan segala-galnya. Tapi dia bisa tetap mendapatkannyadi kemudian hari tanpa harus merasa minder .

Sebaliknya, kita semua tahu, begitu banyak karyawan LKBN yang bergelar S1 dan S2. Bahkan, ada di antara staff pimpinan maupun karyawan yang justru mengabdi sebagai dosen di samping bekerja di Antara. Dunia kampus begitu menggairahkan di benak setiap karyawan Antara. Simbol-simbol, terutama yang berhubungan dengan atribut akademis telah merubah mimpi-mimpi sebagian karyawan di LKBN Antara untuk bisa bekerja sebagai professional tulen. Hasilnya sedang kita saksikan saat ini. LKBN Antara Cuma penuh orang-orang yang berwacana ria. Tak ada gerak maju dinamis. Apalagi keberanian berkreasi dan menumbuhkan inovasi ke depan agar Antara bisa ‘menjadi seperti ‘-Microsof’ Indonesia . Barangkali yang patut kita renungkan dari Bill Gates adalah sikapnya yang berani membuat skala prioritas yang tepat. Dahulukan sesuatu yang memang patut didahulukan. Dan dia memiliki talenta seorang innovator, professional dan pebisnis handal. Tapi dia juga seorang yang tidak menafikan pentingnya pengabdian terhadap keluarga dan lingkungan social. Jadilah Billy seorang manusia bersahaja . Mungkin sosok paling ‘sakinah’ (Jakarta 9 Juni 2007/BAL) .


Powered by jWarlock jwFacebook Comments

Comments

avatar Mario
0
 
 
bill gates, bukan orang terkaya di dunia....
B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
Email (For verification & Replies)
URL
ChronoComments by Joomla Professional Solutions
Submit Comment
Cancel
B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
Email (For verification & Replies)
URL
ChronoComments by Joomla Professional Solutions
Submit Comment
Last Updated on Friday, 15 May 2009 07:02
 

About Me


article thumbnail

Dear Visitors Thanks for being my lovely guests… I am a 53 years old , married guy with 4 children , Anisa (22/graduated) , Sarah (21/married), Fajar Alam (19/student) and Irna (17 [ ... ]


  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow

Ramalan Cuaca

sumber: bmg.go.id