Membangun Budaya Kerja Kolektif dan Produktif PDF Print E-mail
Written by Bahrul Alam   
Saturday, 25 April 2009 03:56

sama

Tidak ada yang sulit . Tidak ada yang tidak mungkin. Di mana ada kemauan di situ ada jalan . Kata-kata penyemangat ini sudah sejak lama kita dengar . Bahkan sejak anak-anak dulu, ketika membeli buku tulis, di lembar belakang buku ditulis kata-kata seperti : Where is a will there is a way . Don’t wait till tomorrow what can you do today . 

Julie Morgenstern dalam bukunya “ MAKING WORK WORK mengatakan terdapat 9 kompetensi di dalam diri setiap orang yang harus selalu dikenali dan diaktifasi agar orang dapat membangun potensi dirinya dan tetap sukses bekerja di lingkungan yang baru . Ke 9 kompetensi itu adalah

  • Kenali dan cintai pekerjaan Anda, dan jaga keseimbangan hidup Anda
  • Kembangkan pola fikir kewirausahaan
  • Kemampuan memilih tugas mana yang paling penting didahulukan
  • Kemampuan menciptakan waktu yang tepat untuk menyelesaikan pekerjaan
  • Mengendalikan sumber pembuat masalah
  • Mengorganisasikan segala sesuatu mengikuti irama perubahan
  • Terampil mendelegasikan wewenang
  • Bekerjasama dengan baik dengan orang lain
  • Tingkatkan Nilai Anda

Untuk mengoptimalkan, atau mengaktualisakan ke 9 kompetensi di atas dari dalam diri kita tidak gampang. Adakalanya muncul rintangan, baik dari dalam diri sendiri, maupun dari lingkungan di sekitar pekerjaan kita . Tapi apa dan bagaimanapun beratnya masalah, solusinya terpulang kepada diri kita . Seperti dikatakan penulis buku itu : “Órganizing yourself is always the starting point , because by boosting your own productivity and abilities first, you gain the confidence and leverage to tackle more difficult issues”.

Pertanyaan selanjutnya adalah : Bagaimana memulai ? Bagaimana mengorganisiasikan diri kita agar bisa mengoptimalkan produktifitas dan kecakapan di di dalam diri kita sehingga kita bisa mengatasi berbagai masalah sulit di lingkungan kerja kita di kantor

Mulailah dari diri kita sendiri . Mulailah dari hal-hal yang kecil dan sekarang juga .

Penggalan kata-kata singkat ini sangat dalam maknanya. Namun, mengapa terkadang kita sulit mengamalkannya . Padahal , jika mau dilakukan, sangat banyak manfaat yang bisa diwariskan dari perilaku seperti ini bagi kemajuan LKBN ANTARA . Menurut Julie Morgenstern, metode ini disebut dengan istilah SELF-ASSESSMENT . Bahasa sederhananya Introspeksi .

Mengapa kita tidak balik bertanya kepada diri kita sendiri sebelum bertanya kepada orang lain? Misalnya, apakah saya sudah menyusun rencana kerja yang baik ? Apakah saya mengerti dengan tugas-tugas apa yang dibebankan ke pundak saya ? Atau memang saya tidak bisa membuat skala prioritas kerja yang baik ? Atau saya seorang perfeksionis ? Atau saya merasa bersalah kalau menyatakan ’tidak’ kepada atasan ? Atau kita acap menunda hal-hal yang bisa segera diselesaikan , atau kita tidak mampu membuat perkiraan berapa lama suatu pekerjaan bisa direalisasikan .? Atau kita belum bisa mengatur ritme kerja kita sendiri secara fisik. ? Atau kita selalu memulai pekerjaan dengan banyak hal , tapi tak satupun yang bisa diselesaikan dengan baik ?

Berikut sejumlah pertanyaan yang perlu kita jawab sekarang dengan jujur untuk mengetahui siapa diri kita , dan apakah kita memang bisa menjadi bagian yang positif dalam mendukung LKBN ANTARA paska Perum , atau memang lingkungan kerja kita sudah sangat tidak kondusif ?

Berikut Kuis yang bisa dijadikan alat untuk mengetahui siapa dan bagaimana kita memahami lingkungan kerja kita di kantor .

  • Ketika Anda diberi tugas yang melampaui beban kerja normal, apakah Anda mudah membuat prioritas dan mengutamakan tugas yang paling kritis atau sangat segera ?
  • Apakah Anda seorang yang gampang mengubah pekerjaan dengan cepat ketimbang membiarkan tugas Anda tetap di agendakan di atas meja kerja ?
  • Apakah Anda selalu mengikuti jadwal yang sudah Anda buat dalam agenda kerja Anda ?
  • Apakah Anda memiliki kerangka bertindak secara umum untuk melakukan kegiatan Anda setiap hari atau selama sepekan sehingga memungkinkan Anda bisa mengendalikan segala sesuatu dalam ritme pekerjaan Anda ?
  • Apakah Anda yang melakukan segala sesuatunya teroganisir . Misal, menyimpan segala sesuatu yang berhubungan dengan tugas-tugas Anda secara apik ?
  • Apakah Anda memiliki hubungan yang baik, dan efisien dengan teman kerja, pembantu, atasan, dan Bos ?
  • Apakah Anda merasa puas dengan pekerjaan Anda/keseimbangan hidup Anda ?
  • Bisa Anda jelaskan sesungguhnya apa yang menjadi tanggungjawab Anda di dalam pekerjaan ?
  • Apakah Anda merasa tanggungjawab yang diberikan ke pundak Anda membuat Anda merasa tidak aman dan tidak nyaman karena Anda khawatir Anda tidak memiliki kemampuan melaksanakannya dengan baik ?
  • Apakah Anda merasa tidak berdosa jika mengabaikan tugas-tugas yang seogyanya menjadi prioritas utama yang harus diselesaikan ? y
  • Apakah Anda mengerti dan yakin tentang MISI perusahaan tempat Anda bekerja ?
  • Apakah Anda mengerti apa sesungguhnya kontribusi Anda yang paling bernilai ? Apa yang menjadikan Anda beda dengan yang lain ?
  • Apakah kontribusi Anda yang paling bernilai tersebut memang dibutuhkan oleh karyawan Anda ?
  • Apakah Anda selalu meningkatkan kemampuan Anda agar selalu ’terkini’ dalam mendukung tuntutan pekerjaan di kantor ?

Jawablah semua pertanyaan dengan melingkari salah satu dari kunci jawaban berikut : Tidak Pernah (1), Jarang (2), kadang-kadang (3), Biasanya (4), Selalu (5)

Skor Anda

  • 14-30 poin : Anda dalam keadaan sulit untuk bisa mengembangkan diri Anda di tempat bekerja saat ini. Segeralah seimbangkan diri Anda, kenali apa pekerjaan Anda, dan cari waktu yang tepat untuk menyelesaikan pekerjaan Anda .
  • 31-50 poin : Pas-pasan. Anda Cuma bisa melanggengkan kondisi capaian yang ada selama ini . Anda tidak bisa mendongkrak kreatifitas dan kemampuan Anda pada tingkat yang lebih baik lagi karena adanya tekanan stress dan keraguan dalam bekerja. Seimbangkan diri Anda, bersikaplah lebih profesional dengan membangun mindset enterpreneur di dalam diri Anda, kemudian membuat skala priritas tugas2 mana yang harus didahulukan . dst
  • 51-70 poin : Anda memiliki pengelolaan diri yang luar biasa, termasuk bagaimana mengelola berbagai pekerjaan di kantor dengan baik .

Bagaimana seandainya skor kita Cuma pas2an ? Tidak ada yang perlu dirisaukan. Semua bisa diubah. Tergantung ada tidak keinginan untuk berubah . Sebab, bisa jadi, semua itu muncul karena adanya faktor eksternal yang sangat dominant di luar diri kita . Misalnya, pimpinan terlalu perfeksionis, budaya kerja dibangun atas dasar rasa takut, jarang ada pertemuan, atau kalaupun dilakukan tidak berjalan efektif. Begitu juga dengan mitra kerja di kantor, atasan, selalu bekerja secara dadakan alias tganpa rencana matang. Selain itu, pimpinan kurang memberi pengarahan yang jelas tentang apa dan bagaimana suatu pekerjaan dikerjakan.

Bagaimana meningkatkan hubungan Anda dengan pekerjaan di kantor .

Terkadang kita sendiri tidak paham apa yang harus dikerjakan , mengapa sesuatu itu harus dikerjakan , dan seterusnya, dan seterusnya.

Berikut sejumlah pertanyaan (kuis) yang bisa menjelaskan kondisi objektif kita tentang lingkungan sekitar kita . Apakah memang benar sumber masalah adalah berawal dari diri kita, atau dari luar diri kita ?

Apakah sejumlah penjelasan berikut ini terjadi pada Anda ?

  • Anda tidak mampu membaca peluang besar di hadapan ANda
  • Anda sudah keasyikan dengan rutinitas
  • Anda tidak menyukai peran Anda
  • Anda merasa sebagai korban
  • Anda ngak berani bicara terus terang, dan melakukan dengan benar
  • Anda tidak PEDE
  • Anda bukanlah seorang yang berani mengambil keputusan dan mengatakan kalau Anda punya kemampuan
  • Anda salah tempat
  • Anda tidak memiliki ornag-orang ahli yang bisa mendukung kerja Anda
  • Anda merasa takut bersalah jika keluar dari kantor .

Atau sejumlah penjelasan berikut ada di tempat bekerja Anda

  • Jobdesk Anda terus berubah-ubah
  • Perusahaan sedang dalam transisi
  • Bos Anda lupa apa yang diperintahkannya kepada Anda
  • Bidang usaha perusahaan Anda terus berkembang pesat
  • Nilai Anda beda dengan nilai yang dianut perusahaan
  • Ada kebohongan di antara yang disampaikan dengan yang sebenarnya
  • Tuntutan perusahaan berlebihan dan tidak realistis
  • Terjadi pergantian manajemen
  • Budaya perusahaan Cuma slogan
  • Manajemen perusahaan carutmarut alias disorganized

Jika kejadian di atas yang Anda temukan di tempat bekerja bergegaslah untuk melakukan hal-hal berikut, :

  • Kuasai bidang kerja Anda, dan seimbangkan hidup Anda
  • Segera bangun pola fikir yang berorientasi pada kewirausahaan
  • Delegasikan wewenang yang menumpuk di pundak Anda dengan baik
  • Bangun kerjasama yang baik dengan rekan-rekan di sekitar tempat bekerja Anda , maupun di luar pekerjaan agar bisa membantu Anda
  • Buktikan kemampuan Anda

Seperti diungkapkan oleh Lucy L, seorang produser TV, Jika Anda benar-benar berambisi untuk mencapai sesuatu yang tinggi, Anda akan bisa mencapainya . Tetapi, sayangnya di tengah jalan, Anda menemukan pesaing-pesaing yang juga tangguh seperti Anda. Hanya ada dua pilihan, pertama, Anda membiarkan diri Anda dikalahkan oleh mereka, dan karir Anda selesai. Atau Anda berjuang, bersaing membuktikan kemampuan Anda lebih baik dari mereka . Untuk memenangkan persaingan Anda harus bisa mengubah pola kerja dan pola fikir Anda tentang pekerjaan Anda.

Ketika Tariq Ibnu Ziyad dikirim ke Spanyol untuk menaklukkan Gibraltar, hanya ada satu kata kunci untuk memenangkan peperangan tersebut. Menutup jalan pulang . Thariq sengaja membakar semua perahu yang membawa pejuang muslim ketika menyeberangi selat Gibraltar . Tidak ada pilihan untuk kembali pulang dengan selamat, terkecual dengan mengalahkan musuh di depan mata. Di belakang hanya ada lautan . Dan Thariq beserta pasukannya menang. Spanyol dan sebagian Eropa berhasil dikuasai . Begitu juga dengan Jepang. Ketika Amerika Serikat membombardir Nagasaki dan Hirosima, secara fisik Jepang dibuat takluk dan bertekuk lutut. Namun, secara nilai Jepang tetap eksis. Kebersamaan, semangat , dan nilai-nilai bushido mereka tidak ikut terkubur . Sebagaimana yang diungkapkan oleh seorang penulis Amerika Serikat dalam bukunya l ’The Sun Also Sets ,’ Justru kehancuran Nagasaki dan Hirosima telah membangunkan Jepang untuk kedua kalinya dari tidur panjang . Yang pertama ketika negeri itu dipaksa membuka perekonomiannya dengan dunia luar`pada masa Meiji . Dilanjutkan dengan runtuhnya kekuasaan Tenno Heika pada perang dunia II . Dalam salah satu alinea bukunya yang mengutip pernyataan seorang senator AS-dikatakan : Seogyanya Amerika Serikat ketika itu menjatuhkan lebih banyak bom atom tentulah Jepang tidak pernah bangkit kembali. Sekarang, Amerika sedang menghadapi bangkitnya ekonomi Jepang yang sangat luar biasa , dan berhasil memporakporandakan sendi-sendi perekonomian Amerika Serikat , khususnya di bidang teknologi otomotif. Ford dan Chrysler, dua perusahaan otomotif terkemuka Amerika Serikat saat itu dipaksa gulung tikar oleh kedigdayaan Honda, Toyota, dan merek-merek terkemuka lainnya dari negeri Matahari Terbit itu.

Membangun budaya kerja Kolektif di Antara

Kolektifitas adalah kata lain kebersamaan . Teori-teori keilmuan di bidang kemasyarakatan , organisasi perusahaan , maupun kenegaraan , saat ini tidak bisa melepaskan diri dari azas kolektifitas . Tidak ada yang bisa bekerja sendirian . Konsep globalisasi adalah bentuk lain dari saling ketergantungan (interdependensi negara) . Agama Islam juga mengajarkan konsep tersebut dengan istilah Silaturrahim . Kemampuan merekat dan mengembangkan aspek sosiologis yang positif dalam hubungan-hubungan antar individu di dalam sebuah unit usaha di kantor merupakan kunci sukses sebuah perusahaan dalam mewujudkan MISI, dan VISI nya .

Bagaimana dengan realitas kerja di LKBN Antara ? Sebagai satu-satunya Kantor Berita yang bertahan hidup sejak 69 tahun silam, LKBN Antara ibarat kerakap tumbuh di batu. Hidup segan, mati tak mau. Sebentar lagi, badan hukumnya juga berubah menjadi Perusahaan Umum (Perum) yang notabene sahamnya mutlak menjadi milik negara . Sebagai unit usaha yang menghasilkan jasa layanan informasi kepada publik, perilaku organisasi LKBN Antara tidak bisa dipisahkan dari latarbelakang perjalanan sejarah Antara selama ini. Termasuk budaya kerja manajerial yang diwariskan ke dalam benak karyawan oleh Pemerintah/Penguasa . Fungsinya sebagai mediasi, sekaligus mata, dan telinga publik seogyanya menjadikan LKBN Antara bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan bangsa dan negara kesatuan RI. Namun, mengapa dalam praktik keseharian organisasi usaha, lembaga ini sepertinya tidak bisa berjalan mulus. Kolektifitas organisasi kerja di dalam LKBN Antara sepertinya gagal diwujudkan. Setiap unit usaha, bekerja secara sendiri-sendiri. Kalaupun terjadi kebersamaan, bukan dalam arti bersinergi secara optimal. Yang terjadi justru sebaliknya. Saling sikut, dan terabas. Bahkan, ironisnya, ada semacam pewarisan nilai-nilai negatif setiap kali terjadi pergantian pemegang otoritas tertinggi di dalam manajemen. Peran-peran yang sudah dilembagakan di dalam struktur baku organisasi seperti jabatan Direktur , Manajer dan seterusnya seperti telah kehilangan makna. Semua itu hanya atribut kosong. Tidak ada criteria tertentu dan transparansi mengapa seseorang bisa memegang sebuah posisi structural, dan mengapa yang lain tidak .

Kompetensi individual terkubur oleh ego kekuasaan . Sistem nilai yang tumbuh di lingkungan kerja lebih berorientasi pada bentuk ketimbang isi. Peran organisasi kerja mirip partai politik. Faktor kedekatan dan loyalitas semu menjadi kriteria penting dibanding kompetensi seseorang.

Leadership

Kepemimpinan yang tegas, membumi dan visioner adalah salah satu kunci sukses tidaknya sebuah organisasi seperti LKBN Antara bisa berlayar mengarungi lautan persaingan dalam era Multi Media seperti saat ini.

Tegas tidak sama dengan keras, atau otoriter. Tegas yang dimaksudkan di sini adalah ketepatan menggunakan kewenangan .

Badan Hukum

Dengan jelasnya status Badan Hukum LKBN Antara, akan bisa mengukur rentang kewenangan dan tanggungjawab organisasi dalam mewujudkan Visi dan Misinya.

Sistem Kerja

Organisasi yang memiliki sistem kerja baku, jauh lebih mudah mengelola berbagai permasalahan yang dihadapinya dibanding yang tidak atau belum memiliki sistem . Sebagai contoh, bagaimana memproses sebuah jasa layanan informasi yang efektif dan dapat diterima oleh pasar ? Bagaimana mengukur kelayakan informasi yang disuguhkan ke pelanggan atau public sehingga setiap orang di LKBN dapat mengoptimalkan potensinya dalam menghasikan produk-produk bermutu ? Bagaimana membangun mekanisme kerja vertical dan horizontal yang harmonis di antara karyawan dan Pimpinan, di antara karyawan dengan karyawan lain dengan tetap berpegang kepada prinsip-prinsip profesionalisme ?

Mengelola Belanja Organisasi (Budgeting)

Uang adalah darah kehidupan. Tanpa strategi pengelolaan keuangan yang cerdas mustahil LKBN Antara bisa keluar dari keterbelakangannya. Bantuan atau kemudahan yang diberikan oleh negara/Pemerintah selama ini tidak bisa menjamin bahwa LKBN Antara akan mampu bertahan sepanjang tidak didukung oleh rencana usaha yang baik , benar dan dapat direalisasikan . Apalagi jika di dalamnya masih terdapat praktik2 penyalahgunaan kewenangan yang berimbas pada bocornya uang negara ke kantong pribadi-pribadi yang memegang kekuasaan .


Powered by jWarlock jwFacebook Comments

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
Email (For verification & Replies)
URL
ChronoComments by Joomla Professional Solutions
Submit Comment
Last Updated on Friday, 15 May 2009 06:42
 

About Me


article thumbnail

Dear Visitors Thanks for being my lovely guests… I am a 53 years old , married guy with 4 children , Anisa (22/graduated) , Sarah (21/married), Fajar Alam (19/student) and Irna (17 [ ... ]


  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow

Ramalan Cuaca

sumber: bmg.go.id