| Ahmedi Najad dan Kita |
|
|
|
| Written by Bahrul Alam |
| Tuesday, 21 April 2009 03:08 |
|
TV Fox (AS) menanyakan pada Presiden Iran Ahmedi Najad : “ Saat Anda melihat di cermin setiap pagi, apa yang Anda katakana kepada diri Anda?” Jawabnya: “Saya melihat orang di cermin itu dan mengatakan padanya:”Ingat , kau tak lebih dari seorang pelayan , hari di depanmu penuh dengan tanggungjawab yang berat, yaitu melayani bangsa Iran.” Berikut adalah bagaimana penyiar menggambarkan dirinya . Ahmedi Najad, adalah presiden Iran yang membuat orang ternganga, karena pada saat pertama kali menduduki kantor kepresidenan ia menyumbangkan seluruh karpet istana yang sangat tinggi nilai maupun harganya itu ke mesjid-mesjid di Teheran dan mengantikannya dengan karpet biasa yang mudah dibersihkan . Ia mengamatai bahwa ada ruangan yang sangat besar untuk menerima dan menghormati tamu VIP, lalu ia memerintahkan untuk menutup ruang tersebut dan menanyakan pada protokoler untuk menggantinya dengan ruangan biasa dengan 2 kursi kayu, meski sederhana tetap terlilhat impresif. Di banyak kesempatan ia bercengkrama dengan petugas kebersihan di sekitar rumah dan kantor kepresidenannya. Di bawah kepemimpinannya, saat ia meminta menteri2nya untuk dating kepadanya dan menteri2 tsb akan menerima sebuah dokumen yang ditandatangani yang berisikan arahan2nya. Arahan tersebut terutama sekali menekankan para mentgerinya agar hidup sederhana. Dan sebutkan jugam bawha rekening pribadi dan nsahabatnya akan diawasi , agar pada saat menteri2nya meningggalkan jabatannya dan kantornya tetap dengan kepala tegak . Langkah pertamanya adalah mengumumkan harta kekayaannya yang terdiri dari sebuah mobil PEUGEUOT 77, sebuah rumah sederhana yang diwariskannya ayahnya 40 tahun silam …dan berada di tempat kumuh warisan orangtuanya. Banknya bersaldo minimum. Dan satu-satunya uang masuk adalah uang gajii bulanannya . Gajinya sebagai dosen di sebuah universitas hanya senilai US 250. Sebagai tambahan, Presiden masih tingga; di rumahnya. Hanya itulah yang dimilikinya sebagai seorang presiden nengara yang penting. Bahkan, ia tidak mengambil gajinya. Alasannya adalah bahwa semua kesejahteraan adalah milik Negara dan dia bertugas untuk menjaganya . Satu hal yang membuat kagum staf kepresidenan adalah tas yang selalu dibawa sang presiden tiap hari berisikan sarapan, roti isi, atau roti kejuyang disiapkan istrinya dan memakannya dengan gembira. Ia juga menhentikan kebiasaan menyediaakan makanan yang dikhususkan untuk presiden. Hal lain yang dia ubah adalah kebijakan Pesawat Terbang Kepresidenan. Ia mengubahnya menjadi pesawat kargo sehingga menghemat pengeluaran yang tidak perlu, . Ia juga menghentikan kebiasaan upacara2 beralaskan karpet merah, yang diringi oleh sesi foto, atau publikasi pribadi serta kegiatan pembrosan spt mengunjungi berbagai tempat di negaranya. Saat harus menginap di hotel, ia meminta diberikan kamar tanpa tempat tidur yang terlalu besar karena ia tidak suka tidur di atas kasur, tetapi lebih suka di atas lantai beralaskan karpet dan selimut. Apakah perilaku tersebut merendahkan posisi Presiden ? Jawabannya tentu tidak. Justru, kesederhanaan itu semakin membuat sang Presiden sangat diperhitungkan oleh dunia internasional, khususnya Negara-negara Eropa .
Ditulis ulang oleh Bahrul Alam
Powered by jWarlock jwFacebook Comments |
| Last Updated on Friday, 15 May 2009 06:12 |



Tulisan ini menceriterakan ulang apa yang disampaikan mantan reporter TV Antara –Sheika Rauf melalui email dari Paris 16 Oktober 2007. Topiknya menyangkut sosok seorang presiden paling bersahaja di dunia, Ahmedi Najad.
Di awal tulisannya, Sheika mengutip seuntai kalimat sederhana: Tuhan mencintai siapa yang merendah dalam kehidupan pribadinya ! Judulnyapun bertuliskan : 






Comments